Rabu, 14 Oktober 2015

Benteng Pendem



Asal mula Benteng Pendem
Benteng Pendem terletak di wilayah dusun Kebonjati,desa Cilacap, Kecamatan Cilacap, kabupaten Cilacap.Posisi geo-grafisnya adalah 108 49’08” BT dan 7*40’31”.Pada saat ini di halaman dalam benteng telah dibangun beberapa fasilitas wisata seperti loket penjualan tiket dan toilet. Sedangkan halaman luar terdapat kilang minyak milik Pertamina di belakang benteng dan pantai wisata Teluk Penyu di sebelah timur.    Di lingkungan luar benteng juga terdapat makam orang-orang Belanda seperti makam PH.M. Regena Berg istri JN Lagaar asisten Residen Cilacap yang meninggal 23 Juli 1888. Juga M.Herz Asisten Residen Cilacap yang meninggal 22Mei 1909. Benteng ini terletak berha-dapan dengan pulau Nusakambangan yang  juga terdapat sebuah benteng.  Sedangkan di daerah Karangbolong dahulu juga terdapat sebuah benteng.
Setelah tidak digunakan oleh RPKAD Benteng Pendem dimanfaatkan oleh Pe-merintah Daerah TK II Cilacap sebagai obyek wisata sejak tahun 1986. Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala Jawa Tengah telah memugar beberapa tempat yang rusak berat pada tahun 2002 dan 2005.
Pada umumnya bangunan mengala-mi kerusakan  karena faktor  alam. Posisi  yang berada di dekat pantai dan letaknya yang di bawah permukaan  tanah beraki-bat benteng ini mudah kemasukan air pa-sang dari laut maupun air hujan.
Benteng Pendem merupakan bangunan terbuat dari batu bata plesteran dibangun melalui beberapa tahap.  Beberapa bagian dari benteng yang masih dapat dilihat  meliputi: bangunan penjara, ruang senjata, terowongan, gudang dan dapur, bangunan akomodasi, barak prajurit/asrama, benteng pertahanan dan pengintai, dan parit.
Bangunan penjara menghadap ke utara dengan jendela-jendela berteralis, dinding
Tebal dan tinggi
Bentuk ruangan senjata tidak berbeda jauh dengan bangunan penjara, karena ruang senjata berada dalam satu komplek dengan penjara. Yang membedakan dengan penjara hanya ruang senjata memiliki dua lantai.
Bangunan terowongan dengan 4 pintu masuk yang mengarah pada 4 penjuru arah angin.
 Sejarah Benteng Pendem
Pembangunan benteng ini menurut babad Banyumas dilaksanakan oleh Sunan Paku Buwono IV untuk keperluan menghadapi bajak laut yang sering menyerang pantai. Sehingga terdapat kemungkinan sebelum di bangun oleh Belanda dahulunya memang sudah terdapat sebuah benteng.  Pada awalnya nama benteng yang autentik tidak ditemukan, kemudian  masyarakat memberikan nama “Benteng Pendem”. Pemberian nama ini kemungkinan  karena bentang dibangun di bawah permukaan tanah. Benteng pertahanan yang dibuat pemerintahan Belanda ini,  diperkirakan  berfungsi sejak tahun 1879 dan rupanya benteng Pendem adalah pusat pertahanan dari benteng-benteng pertahanan lainnya seperti benteng Karangbolong dan benteng di pulau Nusakambangan.  Berbagai sumber menyebutkan bahwa penggunaan benteng oleh Belanda sampai tahun 1942 yaitu pada saat penyerahan kekuasaan Belanda kepada Jepang. Setelah itu Benteng Pendem tidak banyak digunakan oleh Jepang. Sampai tahun 1952-1962 dimanfaaatkan oleh pasukan RPKAD (Resimen Para Komando Angkatan Darat) sebagai latihan pertempuran dan pendaratan laut. Baru pada tahun 1986  Pemerintah Daerah TK II Cilacap mengembangkannya sebagai obyek wisata budaya. Pendirian benteng ini oleh Belanda hampir bersamaan dengan munculnya Tanam Paksa yang dicanangkan oleh Gubernur Jenderal Johannes van den Bosch. Pada saat itu Cilacap memang menjadi pelabuhan penting untuk mengangkut hasil perkebunan Tanam Paksa antara lain dari Yogyakarta dan Purworejo. Pada masa jayanya pelabuhan Cilacap pernah menjadi saingan pelabuhan Semarang karena Jawa Tengah selatan dan sebagian Jawa Barat selalu mengirimkan hasil buminya melalui Cilacap. Dengan demikian kedudukan benteng ini bernilai strategis bagi Belanda dalam mengamankan ekspor hasil perkebunan yang telah menyumbangkan dana yang berlimpah bagi negeri Belanda. Pelabuhan Cilacap menjadi sepi karena jalan darat di daerah pedalaman mulai dibangun baik jalan kereta api maupun untuk kendaraan bermotor lainnya. Sehingga barang ekspor maupun impor dapat dikirim atau didistribusikan dari dan ke pedalaman Jawa Tengah melalui pelabuhan Semarang (BPCB Jateng).
Pada tahun 1986 dilakukan penggalian terhadap lokasi yang berada di pintu Pelabuhan Cilacap tersebut. Ternyata didalamnya terdapat ratusan ruangan yang antara lain terdiri dari kamar istirahat atau barak, benteng pertahanan, benteng pengintai, ruang rapat, klinik pengobatan, gudang senjata, gudang mesiu, ruang penjara, dapur, ruang perwira dan ruang peluru.
Menurut Rasino, salah seorang tokoh warga Cilacap, sebelumnya tak ada yang menyangka jika didalam tanah gundukan yang berada tak jauh dari kilang minyak tersebut, terdapat sebuah bangunan bersejarah. Karena konon tempat tersebut lebih dulu dibuat bangunan, baru setelah itu ditimbun dengan tanah setebal empat meter, sehingga bangunan tersebut tak terlihat.
Di tempat itu pula, ratusan rakyat dan Tentara Indonesia pernah menjadi tawanan. Pada masa pemerintahan Belanda, para tentara yang dipenjara di Benteng Pendem banyak yang tidak kembali. Beberapa kali pasukan tentara dari Banteng Loreng, Jawa Tengah yang mencoba memasuki Benteng Pendem selalu gagal.
Kini Benteng Pendem yang bersebelahan obyek wisata Teluk Penyu menjadi obyek wisata andalan di Kabupaten Cilacap. Di lokasi tersebut diperkirakan masih terdapat bangunan lain yang masih tertimbun. Dari Benteng Pendem itu pula terdapat terowongan yang konon berhubungan dengan gua-gua yang ada di Pulau Nusakambangan

sumber : seko google

Selasa, 13 Oktober 2015

Puisi Berantai



PUISI BERANTAI
Satpam, PuCin, Tukang Sampah, Koki dan Bibi Kantin
BY. DERI FITRIYADI


Satpam : 
aduh, duh, tiap hari adaa saja maling yg ketangkep, gak maling ayamlaah, maling motorlah maling jemuranlah, sampe-sampe maling…

PuCin :
wanita,,… ohh.. begitu indah dipandang.. itulah yg membuat aku terpesona, karena wajah wanita sangat cantik seperti...

Tsampah : 
sampah-sampah yg berserakan,, tiap hari saya memungutnya dan membawanya ke tempat pembuangan. karena sampahlah anak & istri saya tiap hari bisa makan…

Bibi Kantin : 
cabe 10kilo,, begitu pedaass. Begitu menggelora. Huahh.. ini adalah bahan paling penting. Tidak dapat dipungkiri. Semua orang suka...

Satpam : 
maling-maling yg berkeliaran,, setiap hari saya berpatroli, keliling kesana kemari, untuk menangkap maling-maling itu. jika saya melihat maling, maka saya akan berteriak woooy. maliing…

PuCin :
 aku cinta kamuu..,, aku tak akan melupakanmu. ingatkah kamu sewaktu kita pertama kali bertemu? aku akan selalu ingat momen itu. ketika itu.. aku tak sengaja menciuumm…

Tsampah
comberan yg bau,, saya sudah terbiasa dengan itu. Itu adalah kendala yg saya temui ketika saya mengaduk-aduk sampah di…

Koki :
penggorengan,, siip. Penggorengan sudah ada. Tapi kurang satu alat lagi. saya lupa dimana meletakkan alat itu. Padahal saya tidak bisa menggoreng tanpa penggorengan dan...

Satpam : 
pistol,, bila maling tidak terkejar oleh saya, yahh, apa boleh buat. Pistol ini yg akan saya gunakan untuk menembak…


Tsampah : 
ketika kecil aku dibuang di tumpukan sampah,, Hiks.hiks. itulah masa laluku. kemudian seorang pemulung yang baik hati mengambil dan merawatku. aku ingin mengucapkan padanya: terima kasih. berkat kau, sekarang…


Koki : 
spatulaku sudah ketemu,, yes.yes. nah… kalo begini kan enak. Saya bisa mulai memasak. ikutin ya. pertama-tama, sediakan bahan-bahannya. lalu, masukan.…


Satpam : 
pentungan, pistol, pisau, senter..oke. siap untuk patroli malam ini. Hei! tampaknya di dinding sebelah sana ada seseorang yg yg masuk ke dalam sekolah! Aku berlari mengejarnya dan tiba-tiba…


PuCin :
punyaku berdiri!,, tidak.. aku sudah terlalu jauh mengkhayal tentang wanita. ini dosa. aku harus membaca buku untuk mengalihkan pikiranku. lalu dengan cepat aku meraba-raba…


Tsampah : 
isi celanaku,, di celanaku ini.. hanya ada beberapa keeping uang ratusan.. aku ingin sekali membelikan mainan untuk anakku, yaitu…


Koki :
pisau,, sangat tajam dan mengkilat. aku ingat aku sangat membutuhkan ini. Aku mulai mencincang bahan-bahan. Wow. Pasti masakanku nanti akan terasa...


Satpam : 
kurang asem!!! kemana maling tadi, awas ya kalo dapet akan saya….


PuCin : 
ungkapkan cinta kepadanya,, ingin sekali aku mengungkapkan isi hatiku.. tetapi mulutku terasa...


Tsampah : 
berbau tak sedap,, ugh. dan dipenuhi lalat pula. Astaghfirullah. ini makanan basi. tapi hanya ini yang bisa aku berikan untuk keluargaku hari ini.. sabar ya anak istriku.. Orang sabar di akhirat nanti akan masuk...


Koki : 
ke dalam oven,, setelah itu, sambil menunggu, kita mempersiapkan hal yang lainnya, oke? supaya ketika ayam sudah matang akan dihidangkan bersama….


Satpam : 
babi!!! cepet banget ilangnya tu maling. Eh. Apa itu. Aku mendengar suara jejak langkah kaki tepat di belakangku. pada saat itu dadaku terasa…

PuCin : 
menonjol,, itulah yang membuatku jadi tak konsentrasi. Sudah cukup. Aku tak tahan lagi. kalau begitu langsung saja aku akan meraba-raba...


Tsampah :
dinding masjid,, aku berusaha mencari saklar pada dinding masjid. aku ingin berdoa. Ya Allah.. aku mohon kepadamu. Mudahkanlah aku dalam...


Koki : 
menghidangkan makanan,, agar makanan tetap lezat maka kita hidangkan selagi panas. Hmm.. mulutku rasanya sudah tak sabar lagi untuk….


PuCin : 
katakan I Love You,, setelah sekian lama berjuang.. dengan sedikit keberanian.. akhirnya aku bisa mengatakan kata-kata itu dengan…


Tsampah : 
khusyu’,, aku terus-menerus berdo’a. sampai-sampai tak terasa dari mataku menetes…


Koki : 
kuah sop,, ini dia yang bikin masakanku disukai banyak orang.. kalian tahu apa yang orang-orang bilang setelah makan masakanku? Mereka bilang...


Tsampah : 
astaghfirullah,, ya Allah ya tuhanku, ampunilah aku, berikanlah aku petunjuk untuk…


Koki : 
membuat sop ayam,, fyuhh.. selesai juga. Sungguh melelahkan. Tapi aku sangat bangga. Akhirnya aku berhasil...


Satpam : 
enangkap malingnya,, Ha..ha..ha.. tertangkap kau! sambil memelototi maling itu, aku teriakkan di dekat telinganya...

PuCin : 
makasih ya cintakyu udah diterima.. Mmuuuaahh


copas dari salah satu sumber di Internet... lupa sumbere... maaf