GEMA RADJA
Minggu, 16 April 2017
Jumat, 27 Mei 2016
Rabu, 14 Oktober 2015
Benteng Pendem
Asal mula Benteng Pendem
Benteng Pendem
terletak di wilayah dusun Kebonjati,desa Cilacap, Kecamatan Cilacap, kabupaten
Cilacap.Posisi geo-grafisnya adalah 108 49’08” BT dan 7*40’31”.Pada saat ini di
halaman dalam benteng telah dibangun beberapa fasilitas wisata seperti loket
penjualan tiket dan toilet. Sedangkan halaman luar terdapat kilang minyak milik
Pertamina di belakang benteng dan pantai wisata Teluk Penyu di sebelah
timur. Di lingkungan luar benteng juga terdapat makam
orang-orang Belanda seperti makam PH.M. Regena Berg istri JN Lagaar asisten
Residen Cilacap yang meninggal 23 Juli 1888. Juga M.Herz Asisten Residen
Cilacap yang meninggal 22Mei 1909. Benteng ini terletak berha-dapan dengan
pulau Nusakambangan yang juga terdapat sebuah benteng. Sedangkan di
daerah Karangbolong dahulu juga terdapat sebuah benteng.
Setelah tidak
digunakan oleh RPKAD Benteng Pendem dimanfaatkan oleh Pe-merintah Daerah TK II
Cilacap sebagai obyek wisata sejak tahun 1986. Suaka Peninggalan Sejarah dan
Purbakala Jawa Tengah telah memugar beberapa tempat yang rusak berat pada tahun
2002 dan 2005.
Pada umumnya
bangunan mengala-mi kerusakan karena faktor alam. Posisi yang
berada di dekat pantai dan letaknya yang di bawah permukaan tanah
beraki-bat benteng ini mudah kemasukan air pa-sang dari laut maupun air hujan.
Benteng Pendem
merupakan bangunan terbuat dari batu bata plesteran dibangun melalui beberapa
tahap. Beberapa bagian dari benteng yang masih dapat dilihat
meliputi: bangunan penjara, ruang senjata, terowongan, gudang dan dapur,
bangunan akomodasi, barak prajurit/asrama, benteng pertahanan dan pengintai,
dan parit.
Bangunan
penjara menghadap ke utara dengan jendela-jendela berteralis, dinding
Tebal dan tinggi
Tebal dan tinggi
Bentuk ruangan
senjata tidak berbeda jauh dengan bangunan penjara, karena ruang senjata berada
dalam satu komplek dengan penjara. Yang membedakan dengan penjara hanya ruang
senjata memiliki dua lantai.
Bangunan
terowongan dengan 4 pintu masuk yang mengarah pada 4 penjuru arah angin.
Sejarah
Benteng Pendem
Pembangunan
benteng ini menurut babad Banyumas dilaksanakan oleh Sunan Paku Buwono IV untuk
keperluan menghadapi bajak laut yang sering menyerang pantai. Sehingga terdapat
kemungkinan sebelum di bangun oleh Belanda dahulunya memang sudah terdapat
sebuah benteng. Pada awalnya nama benteng yang autentik tidak ditemukan,
kemudian masyarakat memberikan nama “Benteng Pendem”. Pemberian nama ini
kemungkinan karena bentang dibangun di bawah permukaan tanah. Benteng
pertahanan yang dibuat pemerintahan Belanda ini, diperkirakan
berfungsi sejak tahun 1879 dan rupanya benteng Pendem adalah pusat pertahanan
dari benteng-benteng pertahanan lainnya seperti benteng Karangbolong dan
benteng di pulau Nusakambangan. Berbagai sumber menyebutkan bahwa penggunaan
benteng oleh Belanda sampai tahun 1942 yaitu pada saat penyerahan kekuasaan
Belanda kepada Jepang. Setelah itu Benteng Pendem tidak banyak digunakan oleh
Jepang. Sampai tahun 1952-1962 dimanfaaatkan oleh pasukan RPKAD (Resimen Para
Komando Angkatan Darat) sebagai latihan pertempuran dan pendaratan laut. Baru
pada tahun 1986 Pemerintah Daerah TK II Cilacap mengembangkannya sebagai
obyek wisata budaya. Pendirian benteng ini oleh Belanda hampir bersamaan dengan
munculnya Tanam Paksa yang dicanangkan oleh Gubernur Jenderal Johannes van den
Bosch. Pada saat itu Cilacap memang menjadi pelabuhan penting untuk mengangkut
hasil perkebunan Tanam Paksa antara lain dari Yogyakarta dan Purworejo. Pada
masa jayanya pelabuhan Cilacap pernah menjadi saingan pelabuhan Semarang karena
Jawa Tengah selatan dan sebagian Jawa Barat selalu mengirimkan hasil buminya
melalui Cilacap. Dengan demikian kedudukan benteng ini bernilai strategis bagi
Belanda dalam mengamankan ekspor hasil perkebunan yang telah menyumbangkan dana
yang berlimpah bagi negeri Belanda. Pelabuhan Cilacap menjadi sepi karena jalan
darat di daerah pedalaman mulai dibangun baik jalan kereta api maupun untuk
kendaraan bermotor lainnya. Sehingga barang ekspor maupun impor dapat dikirim
atau didistribusikan dari dan ke pedalaman Jawa Tengah melalui pelabuhan
Semarang (BPCB Jateng).
Pada tahun 1986 dilakukan penggalian terhadap lokasi yang berada di pintu Pelabuhan Cilacap tersebut. Ternyata didalamnya terdapat ratusan ruangan yang antara lain terdiri dari kamar istirahat atau barak, benteng pertahanan, benteng pengintai, ruang rapat, klinik pengobatan, gudang senjata, gudang mesiu, ruang penjara, dapur, ruang perwira dan ruang peluru.
Pada tahun 1986 dilakukan penggalian terhadap lokasi yang berada di pintu Pelabuhan Cilacap tersebut. Ternyata didalamnya terdapat ratusan ruangan yang antara lain terdiri dari kamar istirahat atau barak, benteng pertahanan, benteng pengintai, ruang rapat, klinik pengobatan, gudang senjata, gudang mesiu, ruang penjara, dapur, ruang perwira dan ruang peluru.
Menurut
Rasino, salah seorang tokoh warga Cilacap, sebelumnya tak ada yang menyangka
jika didalam tanah gundukan yang berada tak jauh dari kilang minyak tersebut,
terdapat sebuah bangunan bersejarah. Karena konon tempat tersebut lebih dulu
dibuat bangunan, baru setelah itu ditimbun dengan tanah setebal empat meter,
sehingga bangunan tersebut tak terlihat.
Di
tempat itu pula, ratusan rakyat dan Tentara Indonesia pernah menjadi tawanan.
Pada masa pemerintahan Belanda, para tentara yang dipenjara di Benteng Pendem
banyak yang tidak kembali. Beberapa kali pasukan tentara dari Banteng Loreng,
Jawa Tengah yang mencoba memasuki Benteng Pendem selalu gagal.
Kini
Benteng Pendem yang bersebelahan obyek wisata Teluk Penyu menjadi obyek wisata
andalan di Kabupaten Cilacap. Di lokasi tersebut diperkirakan masih terdapat
bangunan lain yang masih tertimbun. Dari Benteng Pendem itu pula terdapat
terowongan yang konon berhubungan dengan gua-gua yang ada di Pulau
Nusakambangan
Selasa, 13 Oktober 2015
Puisi Berantai
PUISI BERANTAI
Satpam,
PuCin, Tukang Sampah, Koki dan Bibi Kantin
BY.
DERI FITRIYADI
Satpam :
aduh, duh, tiap hari adaa saja maling
yg ketangkep, gak maling ayamlaah, maling motorlah maling jemuranlah,
sampe-sampe maling…
PuCin :
wanita,,… ohh.. begitu indah
dipandang.. itulah yg membuat aku terpesona, karena wajah wanita sangat cantik
seperti...
Tsampah :
sampah-sampah yg berserakan,, tiap hari
saya memungutnya dan membawanya ke tempat pembuangan. karena sampahlah anak
& istri saya tiap hari bisa makan…
Bibi Kantin :
cabe 10kilo,, begitu pedaass. Begitu
menggelora. Huahh.. ini adalah bahan paling penting. Tidak dapat dipungkiri.
Semua orang suka...
Satpam :
maling-maling yg berkeliaran,, setiap
hari saya berpatroli, keliling kesana kemari, untuk menangkap maling-maling
itu. jika saya melihat maling, maka saya akan berteriak woooy. maliing…
PuCin :
aku cinta kamuu..,, aku tak
akan melupakanmu. ingatkah kamu sewaktu kita pertama kali bertemu? aku akan
selalu ingat momen itu. ketika itu.. aku tak sengaja menciuumm…
Tsampah
Tsampah
comberan yg bau,, saya sudah terbiasa
dengan itu. Itu adalah kendala yg saya temui ketika saya mengaduk-aduk sampah
di…
Koki :
penggorengan,, siip. Penggorengan sudah
ada. Tapi kurang satu alat lagi. saya lupa dimana meletakkan alat itu. Padahal
saya tidak bisa menggoreng tanpa penggorengan dan...
Satpam :
Satpam :
pistol,, bila maling tidak terkejar
oleh saya, yahh, apa boleh buat. Pistol ini yg akan saya gunakan untuk
menembak…
Tsampah :
ketika kecil aku dibuang di tumpukan
sampah,, Hiks.hiks. itulah masa laluku. kemudian seorang pemulung yang baik
hati mengambil dan merawatku. aku ingin mengucapkan padanya: terima kasih.
berkat kau, sekarang…
Koki :
spatulaku sudah ketemu,, yes.yes. nah…
kalo begini kan enak. Saya bisa mulai memasak. ikutin ya. pertama-tama,
sediakan bahan-bahannya. lalu, masukan.…
Satpam :
pentungan, pistol, pisau, senter..oke.
siap untuk patroli malam ini. Hei! tampaknya di dinding sebelah sana ada
seseorang yg yg masuk ke dalam sekolah! Aku berlari mengejarnya dan tiba-tiba…
PuCin :
punyaku berdiri!,, tidak.. aku sudah
terlalu jauh mengkhayal tentang wanita. ini dosa. aku harus membaca buku untuk
mengalihkan pikiranku. lalu dengan cepat aku meraba-raba…
Tsampah :
Tsampah :
isi celanaku,, di celanaku ini.. hanya
ada beberapa keeping uang ratusan.. aku ingin sekali membelikan mainan untuk
anakku, yaitu…
Koki :
pisau,, sangat tajam dan mengkilat. aku
ingat aku sangat membutuhkan ini. Aku mulai mencincang bahan-bahan. Wow. Pasti
masakanku nanti akan terasa...
Satpam :
kurang asem!!! kemana maling tadi, awas
ya kalo dapet akan saya….
PuCin :
ungkapkan cinta kepadanya,, ingin
sekali aku mengungkapkan isi hatiku.. tetapi mulutku terasa...
Tsampah :
berbau tak sedap,, ugh. dan dipenuhi
lalat pula. Astaghfirullah. ini makanan basi. tapi hanya ini yang bisa aku
berikan untuk keluargaku hari ini.. sabar ya anak istriku.. Orang sabar di
akhirat nanti akan masuk...
Koki :
ke dalam oven,, setelah itu, sambil
menunggu, kita mempersiapkan hal yang lainnya, oke? supaya ketika ayam sudah
matang akan dihidangkan bersama….
Satpam :
babi!!! cepet banget ilangnya tu
maling. Eh. Apa itu. Aku mendengar suara jejak langkah kaki tepat di
belakangku. pada saat itu dadaku terasa…
PuCin :
menonjol,, itulah yang membuatku jadi
tak konsentrasi. Sudah cukup. Aku tak tahan lagi. kalau begitu langsung saja
aku akan meraba-raba...
Tsampah :
dinding masjid,, aku berusaha mencari
saklar pada dinding masjid. aku ingin berdoa. Ya Allah.. aku mohon kepadamu.
Mudahkanlah aku dalam...
Koki :
menghidangkan makanan,, agar makanan
tetap lezat maka kita hidangkan selagi panas. Hmm.. mulutku rasanya sudah tak
sabar lagi untuk….
PuCin :
katakan I Love You,, setelah sekian
lama berjuang.. dengan sedikit keberanian.. akhirnya aku bisa mengatakan
kata-kata itu dengan…
Tsampah :
khusyu’,, aku terus-menerus berdo’a.
sampai-sampai tak terasa dari mataku menetes…
Koki :
kuah sop,, ini dia yang bikin masakanku
disukai banyak orang.. kalian tahu apa yang orang-orang bilang setelah makan
masakanku? Mereka bilang...
Tsampah :
astaghfirullah,, ya Allah ya tuhanku,
ampunilah aku, berikanlah aku petunjuk untuk…
Koki :
membuat sop ayam,, fyuhh.. selesai
juga. Sungguh melelahkan. Tapi aku sangat bangga. Akhirnya aku berhasil...
Satpam :
enangkap malingnya,, Ha..ha..ha..
tertangkap kau! sambil memelototi maling itu, aku teriakkan di dekat
telinganya...
PuCin :
makasih ya cintakyu udah diterima..
Mmuuuaahh
copas dari salah satu sumber di Internet... lupa sumbere... maaf
Langganan:
Komentar (Atom)





















